Seminar BADAN POM Tentang “Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan”

Di Yogyakarta pada tanggal 19-20 Oktober 2015.

Dilatarbelakangi kecenderungan meningkatnya penggunaan OT (obat tradisional / herbal) dan Suplemen kesehatan oleh masyarakat. Hal ini dilihat dari data WHO bahwa kenaikan permintaan pasar akan OT dan suplemen kesehatan naik sebesar 15-25%. Dalam kondisi baru 5% pasar yg ditangkap oleh produsen OT dan suplemen kesehatan di Indonesia.

seminar bpom herbal indo utama

Tantangan dan kendala yang dihadapi pelaku usaha OT / perusahaan herbal dan suplemen kesehatan Indonesia secara umum:

  1. SDM, memiliki keterbatasan dan kelemahan diberbagai sisi
  2. TEKNOLOGI dan PASAR, kebanyakan masih menggunakan piranti yg masih sederhana dan manual
  3. MODAL, terbatasnya dana untuk pengembagan usaha

Dengan adanya tantangan dan kendala diatas mengakibatkan mutu produk rendah serta tidak maksimalnya pemasaran yang mengakibatkan produk memiliki daya saing yang rendah dan produk tidak dikenal.

Target BPOM Dalam meningkatkan pengembangan obat tradisional dan suplemen kesehatan di tahun 2015-2019 :

  • Meningkatkan jaminan produk yang aman, bermanfaat dan bermutu.
  • Meningkatkan daya saing produk dipasar lokal maupun global serta mendukung terciptanya iklim inovasi yang kondusif untuk menciptakan produk-produk yang memiliki nilai jual / nilai tawar yang tinggi.

bpom herbal indo utama

Dalam rangka pemenuhan target tersebut, BPOM dalam hal ini melakukan beberapa strategi diantaranya:

  1. Terkait registrasi

Memberikan bimbingan dan pelayanan terbaik yqng mudah dan bisa diakses siapa saja. Program terakhir BPOM membuat sistem registrasi elektronik (E-Reg) yang mana diharapkan bisa semakin efektif, efisien, transparan dan akuntabel bagi para pelaku usaha / perusahaan herbal.

  1. Meningkatkan kemampuan pemasaran terlebih menghadapi MEA tahun ini dengan sering dilakukan pembinaan dan bimbingan kepada pelaku usaha / perusahaan herbal dalam menghadapinya supaya produk bisa berdaya saing tinggi.
  2. Berkolaborasi dan menjalin kemitraan dengan Kementerian dan Lembaga terkait. Misalnya dengan Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dan lain-lain. Yang mana diharapkan dengannya bisa membuka kendala dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha / perusahaan herbal.

Kesimpulannya:

Pemerintah dalam hal ini BPOM berperan :

  • Membuat regulasi
  • Melakukan pelayanan
  • Pengawasan
  • Pembinaan
  • Membangun kerjasama yang sinergis

Bagi pelaku usaha / perusahaan herbal diharapkan:

  • Memenuhi regulasi
  • Berinovasi dan meningkatkan daya saing produk-produknya
  • Menjamin keamanan, mutu dan khasiat produk-produknya.

Kami segenap Tim HIU InsyaAllah berusaha untuk memberikan yang terbaik. Semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan kita.

Sumber: Tim reportase HIU

Seminar BADAN POM Tentang “Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *