Seminar Ilmiah Tanaman Obat Gambir

Acara yang diselenggarakan oleh Badan POM di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2016 lalu ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi kesehatan, organisasi profesi dan industri obat tradisional, termasuk perwakilan kami dari CV. Herbal Indo Utama  (Group) turut diundang dan diberi kesempatan ikut ambil bagian mengikuti acara tersebut. Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian acara AKRAB JAMU yaitu Ajang KReatifitas Bersama JAMU yang merupakan salah satu program atau langkah pemerintah melalui Badan POM untuk lebih memajukan jamu dan meningkatkan pemanfaatan jamu baik di kalangan praktisi maupun industri.

JpegDalam pembukaan acara, Kepala Badan POM menitikberatkan terhadap pentingnya memajukan Tanaman Obat Indonesia dan Jamu sehingga bisa berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pemerintah mendorong hal tersebut melalui regulasi dan kebijakan yang memungkinkan pengawasan kualitas produk jamu yang aman, berkhasiat dan mempunyai daya saing di pasar global.

Potensi Komoditas Gambir

Terhadap komoditas gambir ini telah dilakukan penelitian dan sertifikasi benih tanaman baku oleh Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah Kementan sehingga didapatkan benih varietas unggul serta metode budidaya dan pasca panen guna pemenuhan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan.

Diantara benih unggul tersebut adalah :

  1. Varietas cubadak
  2. Varietas riau
  3. Varietas udang

Dari ke 3 varietas tersebut menurut penelitian yang paling unggul dan menghasilkan rendemen tinggi adalah varietas udang.

Secara etnik dan empiris gambir telah dipercaya bermanfaat menyehatkan gigi, gusi, mencegah diare, disentri, pemutih kulit dan obat kumur. Gambir juga telah digunakan sejak lama sebagai salah satu bahan pewarna alami dan penyamak kulit.

Penelitian modern saat ini terus dilakukan baik oleh LIPI maupun Puslitbang Biomedis Kemenkes guna semakin mengembangkan pemanfaatan produk gambir dan bisa digunakan oleh industri obat tradisional sebagai acuan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, gambir mempunyai efek sebagai antioksidan, anti mikroba, antiinflamasi, antidiabetic, antihiperlipidemia dan antiplaque.

Kandungan senyawa aktif di dalam gambir antara lain : triterpen, flavonoid, katechin, alkaloid, tannin dan turunannya. Kandungan kathecin dari gambir jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kathecin dari daun teh (Camelia sinensis).

Indonesia Sebagai Pengekspor Gambir

Daerah penyebaran dan produsen utama gambir terbesar saat ini adalah di sumatera barat, sumatera selatan, sumatera utara, aceh dan riau. Pada saat ini Indonesia menjadi negara pengekspor gambir  terbesar, mencapai 80% dari kebutuhan dunia, data BPS tahun 2016 ekspor gambir Indonesia sebesar 12.843 ton dengan nilai ekspor mencapai USD 28.432.000,-. Negara tujuan ekspor terbesar adalah India, Pakistan, Nepal, Singapura, Bangladesh, Jepang, Malaysia dsb.

Diharapkan kedepannya, terjadi sinergi antara lintas sector departemen dari mulai penyediaan benih, pengolahan bahan baku hingga produk jadi, juga didukung oleh regulasi pemerintah dapat mendorong pemanfaatan gambir sebagai komoditas obat tradisional lebih luas lagi.

Sumber : Tim Reportase Herbal Indo Utama

Seminar AKRAB JAMU ( Ajang KReatifitas Bersama Jamu )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *