Sambiloto

manfaat dan khasiat sambiloto

Sekilas Tanaman

Sambiloto merupakan tanaman obat yang tumbuh baik di Indonesia dan tersebar hampir di seluruh kepulauan nusantara. Tanaman yang masuk family Acanthaceae mempunyai nama latin Andrographis paniculata (Burm, F). Sambiloto merupakan terna yang tumbuh tegak hingga mencapai ketinggian 1 meter, mempunyai bunga berwarna putih dengan tanda lembayung pada bibir bagian bawah(5). Di Indonesia tanaman ini mempunyai nama lain papaitan (sumatera), takilo, bidara, sadilata, ki peurat, ki ular (sunda), bidara sadilata, sambilata, takila (Jawa) (1).

Kandungan Senyawa Aktif

Senyawa aktif yang terkandung meliputi andrografolida, deoksiandrografolida, neoandrografolid, polimetoksiflavon, homoandrografolid, 14-deoksi-11-1, didehidroandrografolid, flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, dan natrium) (5). Flavonoid diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografin, panikulin, mono-0-metilwithin, dan apigenin-7,4- dimetileter. zat aktif andrografolid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektor (melindungi sel hati dari zat toksik) (1).

Penggunaan secara Tradisional

Secara tradisional sambiloto digunakan untuk menggurangi rasa sakit akibat gigitan ular dan serangga, kombinasi dengan kumis kucing ( Ortosiphon aristatus ) digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita kencing manis, rebusannya digunakan pada penderita demam, gatal kulit, desentri, tifus, kolera, gangguan saluran nafas, bengkak kaki dan wasir. Kegunaan lain adalah untuk gangguan saluran cerna, diare akut, tekanan darah tinggi , encok, raja singa (syphilis), sakit haid, gangguan hati dan penyakit kuning (3,4).

Efek Farmakologis

Berbagai efek farmakologis dari sambiloto telah dilaporkan dari hasil penelitian, diantaranya sebagai antiradang, antikanker, antibakteri, antijamur, antihipertensi, antidiabetes, antipiretik (menurunkan demam), immunostimulan dan juga hepatoprotektor (1,2,5).

Hasil Penelitian

Antiradang (antiinflamasi)

Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa ekstrak metanol sambiloto mampu menghambat produksi nitric oxide (NO) sebagai radikal bebas secara in vitro pada Bacillus Calmette Guein (BCG) induced macrophage. Diketahui bahwa NO adalah senyawa radikal bebas yang berperan dalam terjadinya peradangan (5).

Antikanker

Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa senyawa andrografolida paling berperan dalam menghasilkan efek antikanker. Ekstrak metanol sambiloto difraksinasi menjadi fraksi diklorometan, petroleum eter, dan fraksi air. Dari percobaan secara in vitro terhadap sel kanker didapatkan bahwa andrographolide positif menghambat perkembangan berbagai sel tumor (2).

Antibakteri dan Antijamur

Suatu tim peneliti dari Mahidol university berhasil mengembangkan sedian gel antibakteri yang terbuat dari ekstrak sambiloto. Pada hasil pengujian klinis menunjukkan bahwa sediaan ini memberikan efek pengobatan yang sama dengan sediaan metronidazole yang umum digunakan sebagai anti bakteri (5). Dari hasil penelitian lainnya menyebutkan Ekstrak etanol herba sambiloto mampu menghambat pertumbuhan jamur Tricophyton mentragrophytes, Tricophyton rubrum, Epidermophyton floccosum, candida albicans, dan Microsporum canis (2).

Antidiabetes

Berdasarkan penelitian senyawa andrografolida dapat meningkatkan kadar betaendorfin dalam plasma. Betaendorfin adalah neurotransmitter yang berefek analgesik alias pereda rasa sakit dan antipiretik atau penenang. Khasiatnya mengurangi tekanan psikis para pasien. Kondisi stres mengacaukan metabolisme tubuh sehingga pasien sulit mengendalikan kadar gula darah. Andrografolida juga berfaedah menurunkan aktivitas pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa nonkarbohidrat seperti piruvat dan laktat sehingga kadar gula darah pasien dapat dikendalikan (2).

Hepatoprotektor

Ekstrak air daun sambiloto pada dosis 12 mg/kg BB pada tikus galur Swiss selama 8 bulan mampu menurunkan parameter SGPT dan SGOT dibandingkan tikus yang diberi perlakuan heksa-kloro-sikloheksan sehingga ekstrak sambiloto mampu mencegah kerusakan hati (4).

lmmunostimulan

Andrografolida sebagai agen immunostimulan ditunjukkan oleh peningkatan limfosit dan interleukin-2. secara tak langsung ia juga mempertinggi produksi tumor necrosis factor-alpha fl-NF-o) sehingga meningkatkan aktivitas sitotoksis limfosit terhadap sel kanker. senyawa aktif dalam daun sambiloto bekerja dengan jalan menstimulasi produksi antibodi spesifik, meningkatkan aktivitas proliferasi, dan meningkatkan fagositosis makrofag. secara tak langsung mekanisme ini berefek antikanker. Dengan potensi antikanker dan immunomodulator yang dimiliki andrographoride, sambiloto sangat berpotensi sebagai obat antikanker (2).

Produk Herbal Indo Utama

Beberapa produk dari Herbal Indo Utama yang diproses dari bahan herbal sambiloto atau kombinasi bahan herbal lainnya dengan berbagai khasiat antara lain :

 (Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber Referensi ;

  1. Setiawan Dalimartha. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 1, Hal.120-125. Jakarta : Puspa Swara
  2. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik, Hal. 148-153. Depok : PT. Trubus Swadaya
  3. Acuan Sediaan Herbal, Vol.1, Ed.1, Hal.41-44, Badan POM RI Jakarta, Tahun 2000
  4. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Revisi Volume 1, Hal. 198-206, BPOM RI Jakarta Tahun 2010
  5. Sambiloto, Serial Data Ilmiah Terkini Tumbuhan Obat. Direktorat Obat Asli Indonesia. Badan POM RI. Jakarta. 2006

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *