obat batu ginjal

Batu ginjal disebut juga Renal calculi atau Nephrolithiasis, merupakan massa keras yang terbentuk dari endapan mineral yang bersarang di ginjal dan sepanjang saluran kemih hingga kandung kemih. Ukurannya bervariasi mulai dari yang sangat kecil hingga besar. Batu yang berukuran sangat kecil akan keluar bersama air kencing, sedangkan yang cukup besar akan menetap dan bisa menyebabkan rasa nyeri, infeksi, perdarahan sampai penyumbatan pada saluran kemih. Umumnya penyebutan penyakit ini tergantung pada dimana batu tersebut terbentuk, seperti batu ginjal, batu saluran kemih atau batu kandung kemih. Banyak kasus batu ginjal diakhiri di atas meja operasi baik dengan pembedahan atau penyinaran yang tentunya dengan biaya yang relatif mahal.

Berbeda dengan obat kimia sintetis, beragam tanaman obat tumbuh subur di wilayah Indonesia dan secara turun temurun telah digunakan sebagai bahan obat tradisional termasuk juga untuk penyakit batu ginjal. Beberapa tanaman yang berkhasiat tersebut juga banyak diolah menjadi sebuah produk obat tradisional atau herbal yang berkhasiat dengan efek samping minimal.

Bagaimana Tanaman Obat bekerja ?

Beberapa tanaman obat yang berkhasiat terhadap penyakit batu ginjal dan saluran kemih dengan cara memberikan efek farmakologi yang antara lain :

  • Menghancurkan batu (litotriptik) pada ginjal dan saluran kemih
  • Diuretika (melancarkan buang air kecil dengan tujuan mencegah dan mengatasi pembengkakan ginjal, , mengeluarkan batu ginjal melalui saluran kencing dan mengurangi beban ginjal)
  • Anti bakteri (mencegah dan mengatasi infeksi)
  • Antihipertensi (mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi)
  • Analgetik (mengurangi rasa nyeri)
  • Antipiretik (mengatasi demam)
  • Anti inflamasi (mengatasi peradangan)

Tinjauan Kandungan Tanaman Obat Pengempur Batu

SAMBILOTO (Andrographis paniculata)

Tanaman ini memiliki rasa pahit pada daun dan batangnya, serta bersifat dingin. Dapat masuk ke meridian paru-paru, lambung, usus besar dan usus kecil. Bermanfaat untuk meredakan demam (antipiretik), menghilangkan panas dalam, anti bakteri, anti radang, menghilangkan nyeri (analgesik) dan menawarkan racun (detoksifikasi). Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian dari tanaman diatas tanah (batang-daun).

Senyawa aktif yang terkandung meliputi andrografolida, deoksiandrografolida, neoandrografolid, polimetoksiflavon, homoandrografolid, 14-deoksi-11-1, didehidroandrografolid, flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, dan natrium).

Di Indonesia secara tradisional sambiloto digunakan untuk pengobatan radang amandel, borok, penawar racun, tifus, demam, gatal, kencing manis, tonikum, disentri, radang usus buntu, masuk angin, dipteria, pembersih darah, ayan, syphilis dan gonorrhoea.

Hasil penelitian

  1. Senyawa aktif andrografolida terbukti berfaedah melindungi hati (Hepatoprotektor) dari 52% zat beracun. Aneka jenis bakteri penyebab penyakit seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Shigella dysentriae, dan Eschericia coli juga mati ketika terpapar ekstrak sambiloto.
  2. Infus daun sambiloto 5%, 10% dan 15%, semuanya dapat menurunkan suhu tubuh marmut yang dibuat demam (Hasir, jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1988).
  3. Menurut dr Suharti K Suherman SpFK dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sambiloto mengandung lakton dan kolmegin yang memberikan efek anti depresan yaitu untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi. Daun kaya kalium yang berkhasiat sebagai peluruh urin sehingga membantu sekresi asam urat.
  4. Infus herba sambiloto mempunyai daya anti jamur terhadap Microsporum canis, Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, Candida albicans, dan Epidermophyton floccosum (Jan Susilo, Endang Hanani, A. Soemiati dan Lily Hamzah, Bagian Parasitologi FK UI dan Jurusan Farmasi FMIPA UI, Warta Perhipba No.I/III, Jan-Maret 1995).

TEMPUYUNG (Sonchus arvensis)

Tempuyung banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua. Tanaman ini tumbuh liar di daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi dengan ketinggian 50-1650 mdpl. Bagian yang digunakan sebagai pengobatan dari tanaman ini adalah daun dan seluruh bagian tumbuhan. Tempuyung mengandung senyawa aktif flavonoid, glukosida, senyawa kumarin berupa skopoletin, taraksasterol, laktuserol, kalium, silica dan kalsium. Tempuyung mempunyai rasa pahit dan bersifat dingin.

Penggunaan empiris

Rebusan daun Tempuyung secara tradisional dapat mengatasi batu saluran kencing dan batu empedu, radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), disentri, wasir, beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), pendengaran berkurang (tuli), rematik gout (asam urat), memar, bisul, luka bakar dan membantu mengeluarkan zat-zat beracun dari dalam ginjal.

Hasil Penelitian

  1. Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alcohol daun tempuyung terhadap volume urin tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
  • Daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretic, namun mampu melarutkan batu ginjal.
  • Daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988)
  1. Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisistas karbon tetraklorida (CCl4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991)
  2. Tanaman ini merupakan salah satu tumbuhan obat asli Indonesia yang mengandung banyak senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid akan berikatan dengan kalsium dari batu ginjal membentuk senyawa kompleks kelat yang mudah larut. Sementara itu ion natrium dan kalium bekerja menjaga keseimbangan elektrolit pada ginjal. Dengan cara ini kristal yang sudah terbentuk di dalam pembuluh darah dan ginjal akan terlarut. Ion kalium pada daun tempuyung mendorong proses diuretic (pelepasan urin) dalam tubuh. Dengan mekanisme ini, kelebihan asam urat dalam tubuh akan dibuang.

KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus)

Tanaman ini banyak tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang, selain di Indonesia ditemukan juga di Asia Tengah, Cina, kepulauan samudera pasifik dan Australia. Tanaman ini mempunyai nama lain remujung (Jawa Tengah); remukjung, kumis ucing (Sunda); sesalaseyan, soegotkoceng (Madura). Dikenal tiga varietas kumis kucing yaitu berbunga biru; berbunga putih dengan batang, tulang daun dan tangkai bunga coklat kemerahan dan berbunga putih.

Senyawa aktif dalam tanaman kumis kucing antara lain polifenol, flavonoid, sinensetin, saponin, myoinositol, orthisiphon glikosida, asam ursolat, asam betulinat, asam kafeat, asam oleanolat, sitosterol dan minyak atsiri. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah seluruh bagian tanaman.

Penggunaan tradisional

Seluruh bagian tanaman digunakan sebagai obat sembelit, membantu menurunkan tekanan darah (hipertensi), mengobati nyeri sendi dan asam urat, melancarkan urine, melarutkan batu ginjal dan saluran kencing, batu empedu, mengobati kencing berdarah serta peradangan di prostat dan ginjal.

Hasil penelitian :

  1. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pengaruh infus daun tempuyung dan infus daun kumis kucing terhadap kelarutan kalsium batu ginjal secara in vitro sebagai berikut :
  • Pada kadar infus 0,5%, 1% dan 2,5%, kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun tempuyung lebih baik daripada infus daun kumis kucing.
  • Pada kadar infus 5%, 7,5% dan 10%, kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun kumis kucing lebih baik daripada infus daun tempuyung (Agus Tri Cahyono, FF UGM, 1990)
  1. Daun kumis kucing memiliki efek melebarkan ureter dan berjalannya sistem eliminasi pengecilan kandung kemih. Dari hasil penelitian ternyata sebanyak 40% dari 23 total pasien mengalami pengecilan ukuran batu kandung kemih hingga 0,5 cm setelah mengkonsumsi daun Kumis Kucing secara rutin. Komponen senyawa aktif tanaman ini bersifat antiinflamasi, diretik dan melarutkan endapan dalam ginjal.

DAUN DEWA (Gynura segetum)

Tanaman ini mengandung senyawa kuersetin3-rutinosida, asam 3,5-di-kafeoilkuinat, asam 5-monokafeoilkuinat, alkaloida, flavonoid, tanin, steroid dan triterpenoid. Sifat kimiawi tanaman yang netral dengan rasa khas berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan darah (antikoagulan) atau plak pada dinding pembuluh darah dan dapat mencairkan bekuan darah sehingga dapat menghambat proses ateroklerosis (penyempitan/pengerasan pembuluh darah), melancarkan sirkulasi darah, pereda nyeri, menghentikan perdarahan. Menghilangkan panas dan membersihkan racun.

Flavonoid dalam Daun Dewa terbukti mencegah terjadinya penggumpalan darah. Oleh karena itu Daun Dewa mampu mengobati hipertensi dan inflamasi (radang). Senyawa aktif monoterpen dan seskuiterpen lakton serta flavonoid dalam daun dewa telah teruji secara ilmiah memiliki aktivitas anti kanker.

Penggunaan tradisional

Bagian daun dan batang tanaman ini digunakan untuk pengobatan pada gangguan/infeksi paru-paru, merangsang kerja organ liver, meredakan gangguan ginjal, mengempiskan kutil, meredakan peradangan amandel, menyembuhkan radang dan tumor payudara, menyembuhkan radang pankreas, melancarkan peredaran darah dan mencegah pembekuan darah

Hasil Penelitian :

  1. Infusa daun dewa dengan dosis 12,5 mg, 25 mg, 50 mg, 100 mg dan 200 mg/kg bb yang diberikan secara intravena pada tikus jantan putih dewasa Galus Wistar, dapat menurunkan tekanan darah arteri. Aktivitas hipotensifnya juga dapat menghambat efek dari tiramin dan efedrin. Diduga infusa daun dewa menghambat kerja obat simpatomimetik yang bekerja tidak langsung. (Nelly C. Sugiarso dan Endang Hardini, Lab. Farmokologi-Toksikologi, Jurusan Farmasi FMIPA-ITB, Warta Perhipba th.2 No.3, edisi Juli-September 1994).
  2. Sari daun dewa segar dosis 0,01 ml/10 gr bb yang diberikan secara oral pada mencit, memberikan efek analgesik lebih baik daripada asetosal sebagai pembanding (Pujiastuti, Lucie Widowati, Budi Nuratni, Puslitbang Farmasi Badan Litbangkes Depkes RI).
  3. Perendaman batu ginjal sealama 6 jam pada suhu 37 derajat celcius dalam infusa daun dewa dengan konsentrasi 3, 9 dan 30%, menyebabkan pengurangan berat batu ginjal dengan naiknya konsentrasi (Lucie Widowati, B. Dzulkarnain dan Pujiastuti, Puslitbang Kesehatan Depkes).
  4. Dosis 2,32 mg/0,2 ml dan 4,64 mg/0,2 ml dari ekstrak heksan daun dewa yang diberikan secara intraneoplasma pada mencit yang diinduksi dengan karsinogen benzopirena mampu menghambat pertumbuhan kanker. Hal ini didukung juga dengan data histopatologi, yang menunjukkan adanya nekrosis dari sel-sel kanker (sukardiman, IGP Santa dan N. Wied Aris R.K., Fak. Farmasi UNAIR).

Produk Herbal Indo Utama

HIUBANTUGIN adalah produk herbal alami dari Herbal Indo Utama yang diformulasikan secara khusus dari bahan-bahan tanaman obat Indonesia yang berkhasiat dan telah turun temurun digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman obat yang terkandung dalam Herbal HIUBANTUGIN tersebut antara lain :

  1. Sambiloto (Andrographis paniculata)
  2. Tempuyung (Sonchus arvensis)
  3. Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)
  4. Daun dewa (Gynura segetum)

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber Referensi,

  1. 2008. Buku Pintar Tanaman Obat, 431 Jenis Tanaman Penggempur Aneka Penyakit. Jakarta : Agromedia Pustaka
  2. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik. Depok : PT. Trubus Swadaya
  3. Nelly C. Sugiarso dan Endang Hardini, Lab. Farmokologi-Toksikologi, Jurusan Farmasi FMIPA-ITB, Warta Perhipba2 No.3, edisi Juli-September 1994
  4. Vademikum Tanaman Obat untuk Saintifikasi Jamu, Jilid 1. KEMENTRIAN KESEHATAN RI. Jakarta. 2014
  5. Vademikum Tanaman Obat untuk Saintifikasi Jamu, Jilid 5. KEMENTRIAN KESEHATAN RI. Jakarta. 2014
  6. Serial The Power of Obat Asli Indonesia, Sambiloto Andrographis paniculata. Direktorat Obat Asli Indoneisa, BPOM. Jakarta. 2016
  7. Widyaningrum, Herlina & Tim Solusi Alternatif. Kitab Tanaman Obat Nusantara. 479-481. MedPress. Yogyakarta. 2011
Rahasia Tanaman Obat Penggempur Batu Ginjal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *