Bumbu dapur, kata inilah yang sering diingat sebagian orang jika mendengar nama simplisia tanaman obat yang satu ini. Daun salam memang sangat familiar dikalangan ibu-ibu sampai koki masakan di restoran sebagai salah satu rempah pengharum masakan. Tapi taukah kita bahwa selain sebagai rempah masakan, daun salam juga mempunyai sederet khasiat sebagai obat tradisional. Apa sajakah itu? Berikut ulasan tentang tanaman salam.

herbal asam urat manfaat daun salam

Aneka Nama

Salam atau dalam bahasa latin disebut Syzigium polyanthum termasuk family Myrtaceae, tanaman ini mempunyai nama daerah antara lain, salam, manting (Jawa); gowok (Sunda); ubar serai, meselangan (Sumatera); samak, kelat samak, serah (Malaysia). Dalam bahasa Inggris tanaman ini disebut Indonesian Bay-leaf.

Uraian Tanaman

Pohon salam dapat mencapai tinggi 25 m. dengan batang bercabang, tajuk rimbun. Daun tunggal, berwarna hijau, letak berhadapan, bentuk elip sampai bulat memanjang, pertulangan 6-10 pada setiap sisi ibu tulang daun dan berbintik kelenjar minyak yang sangat halus, panjang tangkai daun 5-12 mm. Pohon salam tumbuh tersebar di Asia Tenggara mulai dari Burma, Indochina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini tumbuh liar di hutan-hutan sekunder dan primer, serta ditanam di kebun-kebun pekarangan untuk diambil daunnya.

Kandungan Kimia

Kandungan utama daun salam meliputi saponin, polifenol, alkaloid, tanin dan flavonoid. Minyak atsiri dalam daun salam mengandung sitral, seskuiterpen, lakton, fenol dan eugenol. Flavonoid daun salam antara lain kuersetin.

Penggunaan Tradisional

Daun salam sering digunakan sebagai rempah pengharum masakan, kulit kayunya digunakan untuk pewarna alami dan buahnya bisa di konsumsi. Selain itu daun salam juga dipakai untuk mengobati asam urat, diare, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, maag. Buahnya bisa untuk mengobati mabuk akibat pengaruh alkohol. Tanaman ini bersifat analgesik, antibakteri dan antiinflamasi.

Efek Farmakologis

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa berbagai jenis flavonoid berkhasiat luas sebagai analgesik, antibiotik, antihistamin, antiarthritis, antiinflamasi. Kadar kolesterol jahat (LDL) hewan percobaan yang diberi ekstrak daun salam turun dan terjadi peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) dalam serum darah. Ini artinya daun salam berguna sebagai antikolesterol. Efek antihipertensi diperlihatkan dengan adanya penurunan tekanan darah arteri tikus jantan yang dibuat hipertensi.

Penelitian efek antibakteri penyebab diare telah dicobakan terhadap pertumbuhan Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli menunjukkan minyak atsiri daun salam 40% dapat menghambat pertumbuhan E. coli dan minyak atsiri 5% daun salam dapat menghambat pertumbuhan Staphyllococcus aureus.

Uji mikrobiologi in vitro menggunakan metode cakram menunjukkan ekstrak etanol daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, Vibrio cholera dan Salmonella sp. Pada penelitian lain menyebutkan, pemberian ekstrak etanol daun salam dosis 2,62 dan 5,24 mg/20gBB dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit.

Ekstrak etanol daun salam dengan dosis 200, 300 dan 400 mg/kgBB diuji terhadap hewan uji dengan kadar asam urat tinggi hasil induksi KBrO3 secara oral. Kontrol positif menggunakan allopurinol dengan dosis 10mg/kgBB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi efek penurunan kadar asam urat yang kuat pada dosis 400mg/kgBB dibandingkan dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.

Daun salam atasi berbagai keluhan

Dalam pengobatan herbal yang semakin berkembang, daun salam semakin banyak digunakan dan terbukti berkhasiat untuk membantu mengatasi berbagai keluahan pasien terutama untuk keluhan asam urat, nyeri sendi dan hipertensi. Kombinasi dengan tanaman herbal lain pun menghasilkan efek yang lebih potensial. Dalam beberapa kasus pasien dengan keluhan nyeri sendi dan asam urat mengaku sembuh setelah melakukan pengobatan terapi dengan herbal daun salam yang dikombinasikan dengan herbal sambiloto, tempuyung, meniran dan temulawak.

Bahkan kombinasi dari beberapa herbal tersebut saat ini sudah tersedia dalam bentuk kapsul yang memudahkan pasien dalam mengkonsumsi herbal dan mendapatkan hasil terapi yang maksimal. Produk Herbal tersebut adalah PROSAMURA, yang diproduksi oleh perusahaan herbal nasional Herbal Indo Utama. Dokter penanggung jawab layanan konsumen Herbal Indo Utama (Dr. Didit Aktono Hadi) menyebutkan, selain produk formulasi tersebut Herbal Indo Utama juga mempunyai produk Herbal Tunggal ekstrak Daun Salam yang merupakan sedian herbal dalam bentuk kapsul diolah dari bahan tanaman obat Daun salam yang berkhasiat.

Produk Herbal Indo Utama

Perusahaan Herbal Indo Utama telah memproduksi produk yang berbahan herbal daun salam dan produk kombinasi dengan bahan-bahan herbal lain yang diproses sesuai standart mutu dan kualitas yang dipersyaratkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Produk tersebut antara lain :

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber Referensi ;

  1. Vademikum Tanaman Obat untuk Saintifikasi Jamu, Jilid 2. KEMENTRIAN KESEHATAN RI. Jakarta. 2011
  2. Dokumentasi Ramuan Etnomedisin ; Obat Asli Indonesia. Edisi khusus. Badan POM. Jakarta. 2013
  3. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik. Depok : PT. Trubus Swadaya. 2010
  4. dr.H. Azwar Agoes, DAFK, Sp.FK(K). tanaman Obat Indonesia. Penerbit Salemba Medika. Jakarta. 2010
Rahasia Daun Salam ‘Si Herbal Bumbu Dapur’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *