Pegagan

PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban )

Sekilas Tanaman

Pegagan merupakan tanaman herba yang tumbuh liar di seluruh Indonesia serta daerah yang beriklim tropis pada umumnya. Tanaman yang masuk dalam suku Apiaceae ini di Indonesia dikenal juga dengan nama ; daun kaki kuda, penggaga, rumput kaki kuda, pegagan, kaki kuda (Melayu); pegago, pugago (Minangkabau); cowet gompeng, antanan, antanan gede (Sunda); ganggagan, kerok batok, panegawong (Bali); gogauke, sandanan (Papua).(1)

manfaat pegagan

Kandungan Senyawa Aktif

Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothanluniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tannin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium, dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine  yang ada memberika rasa pahit (Morbus Hansen).(2)

Penggunaan Secara Tradisional

Pegagan secara tradisional banyak digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, sakit perut, batuk berdarah, disentri, penyembuh luka, radang, pegel linu, asma,, wasir, demam dan penambah selera makan.(1) Digunakan sebagai obat anti pikun, memperlancar aliran darah, anti stress(2), dan membantu meningkatkan daya ingat. (5).

Efek Farmakologis

Herba pegagan mempunyai khasiat dan efek farmakologis sebagai :

  1. Anti cemas(1)
  2. Anti inflamasi(1)
  3. Menekan tukak lambung(1)
  4. Anti hipertensi(1,4)
  5. Mencegah kerusakan kulit(1)
  6. Kardioprotektif(1)
  7. Imunomodulator(1)
  8. Neuroprotektif(1)
  9. Sitotoksik dan antitumor(1,3)

Hasil Penelitian

Efek Antiinflamasi

Pada pengujian efek antiinflamasi terhadap hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak pegagan mampu menghambat proliferasi sel limposit, mengurangi enzim siklooksigenase dan produksi prostaglandin yang berperan dalam pembentukan peradangan atau inflamasi. (1)

Antihipertensi

Hasil penelitian menyebutkan, jus segar pegagan 24 dan 32 g/kgBB dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung dan melancarkan aliran darah pada hewan uji yang hipertensi. Pemberian jus segar pegagan tidak berpengaruh terhadap hewan uji normal, berbeda dengan kaptopril (obat kimia untuk hipertensi) yang memberikan efek penurunan tekanan darah baik terhadap hewan uji hipertensi maupun hewan uji normal.(6)

Aktifitas Hepatoprotektor

Pemberian ekstrak pegagan terhadap hewan uji yang diberi karbon tetraklorida untuk menginduksi kerusakan hati menunjukkan bahwa hewan uji tidak mengalami steatosis hepatik, degenerasi hidropik dan nekrosis hati (kerusakan hati). Kondisi ini terjadi terhadap hewan uji yang tidak diberi ekstrak pegagan. (6)

Penyembuhan Luka dan Mencegah Kerusakan Kulit

Beberapa penelitian menunjukkan efektifitas pegagan dalam penyembuhan luka dan keloid. Uji klinik secara topical terhadap ekstrak yang mengandung 40% asiatikosid, 30% asam madekasat dan 1% asam madasiatat pada 227 pasien keloid atau luka hipertropik menunjukkan efek preventif dan kuratif yang sangat baik.  Larutan ekstrak pegagan secara topical juga mempercepat penyembuhan luka pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. (6)

Efek Antibakteri

Dari berbagai penelitian in vitro  terhadap pegagan ditemukan bahwa pegagan memiliki kemampuan untuk menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonos aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan itu ternyata dapat melawan Mycobacterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside.(2)

Immunomodulator

Uji aktivitas immunomodulator ekstrak etanol herba pegagan yang mengandung 0,18% asiatikosid pada dosis 100 – 500 mg/kgBB menunjukkan peningkatan bermakna pada indeks fagosis, nilai butir darah putih dan rasio indeks fagositik. (1)

Efek Neuroprotektif

Penelitian dirancang untuk mengetahui aktivitas pegagan terhadap penurunan kemampuan memori. Pemberian ekstrak pegagan 150 dan 300mg/kgBB per oral selama 25 hari yang dimulai 4 hari sebelum pemberian kolsisin, menunjukkan menurunnya aktifitas asetilkolinesterase. Hal ini menunjukkan efek protektif pegagan terhadap penurunan kognitif (kecerdasan) memori dan kerusakan oksidatif yang diinduksi kolsisin. (1)

Tukak Lambung (Gastric ulcer)

Ekstrak air pegagan menunjukkan efek penyembuhan tukak lambung dengan menstimulasi pembentukan pembuluh darah dan regenerasi sel mucosal pada tahap penyembuhan tukak lambung dan menekan aktifitas miloperoksidase yang berperan dalam pembentukan tukak lambung. (1)

Produk Herbal Indo Utama

Perusahaan Herbal Indo Utama telah memproduksi produk yang berbahan herbal pegagan dan kombinasi dengan bahan-bahan herbal lain yang berkhasiat serta diproses sesuai standart mutu yang dipersyaratkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Produk tersebut diantaranya :

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber Referensi ;

  1. Pegagan, Serial Data Ilmiah Terkini Tumbuhan Obat. Direktorat Obat Asli Indonesia. Badan POM RI. 2010
  2. dr. H. Azwar Agoes, DAFK, Sp.FK. 2012. Tanaman Obat Indonesia Buku 1, Hal.65-68. Jakarta : Salemba Medika
  3. Acuan Sediaan Herbal, Vol.3, Ed.1, Hal.109, BPOM RI Tahun 2007
  4. Acuan Sediaan Herbal, Vol.4, Ed.1, Hal.62, BPOM RI Tahun 2010
  5. Acuan Sediaan Herbal, Vol.7, Ed.1, Hal.72, BPOM RI Tahun 2010
  6. Vademikum Tanaman Obat, Untuk Saintifikasi Jamu. Jilid I. Kementrian Kesehatan RI. 2012

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *