Sekilas Tanaman Pasak Bumi

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) merupakan tanaman perdu atau pohon kecil. Pasak bumi disebut juga Tongke ali (Minangkabau), bidara pait, pasak bumi (Kalimantan), mempoleh (Bangka) 2)

khasiat pasak bumi, herbal obat kuat pria

 Kandungan Senyawa Aktif

Eurikomalakton, laurikolakton A, laurikolakton B, dehidroeurikomanon, eurikomanol, benzokuinon, sterol, saponin, dan asam lemak 2,4)

 Penggunaan Secara Tradisional

Bagian tanaman yang biasa digunakan adalah akar dan daunnya. Sejak zaman dahulu masyarakat suku Banjar di Kalimantan Selatan sudah menggunakan pasak bumi sebagai obat kuat atau afrodisiak. Di pedalaman Kalimantan Barat, suku Dayak Ransa memanfaatkannya untuk mengobati berbagai penyakit, yaitu sebagai penyembuh malaria, muntaber, penurun panas, diare, penambah stamina bagi wanita yang baru melahirkan, menambah nafsu makan, dan mengobati disentri. Di Malaysia. Akar yang ditumbuk digunakan untuk mengobati luka, radang dan sipilis. Di Thailand, secara tradisional digunakan untuk melawan penyakit malaria 2,4)

Efek Farmakologis

Dari berbagai sumber hasil penelitian tentang uji aktivitas farmakologis simplisia dan ekstrak Pasak Bumi terhadap hewan uji menyimpulkan bahwa ekstrak pasak bumi mempunyai efek farmakologi antara lain :

  1. Sebagai afrodisiak (meningkatkan stamina pria) 2,4)
  2. Anti malaria 4)
  3. Sitotoksik (anti kanker) dan Anti tumor 1,2,3,4,5)
  4. Antibakteri 4)
  5. Ansiolitik (penenang) 4)
  6. Anti hiperglikemik (menurunkan kadar gula darah sampai normal) 4)
  7. Anti tukak lambung 4)
  8. Anti osteoporosis 4)

Hasil Penelitian

  • Afrodisiak

Hasil penelitian Jenry Walles Simanjuntak dari Fakultas Farmasi ITB menunjukkan pemberian pasak bumi sebanyak 48 mg/kg bobot tubuh mampu meningkatkan kadar testoteron dalam darah secara signifikan. Di mancanegara terbukti pasak bumi membangkitkan nafsu seksual tikus jantan. 2)

Akar pasak bumi mengandung ekstrak ethanolic yang bekerja menambah jumlah hormone terstoteron pria. Ethanolic merangsang bekerjanya chorionic ganadotropin (hCG) yang bisa membantu terbentuknya testoteron. Testoteron dibuat di testis dan masuk ke pembuluh darah, kemudian mencapai organ-organ lain. 2)

Ekstrak Pasak Bumi dosis 8 mg/kg BB dapat meningkatkan motilitas sperma tikus jantan. 4) Akar Pasak Bumi mengandung senyawa brusin dan strichnin yang dapat meningkatkan hormon testosterone dan secara fisiologis dapat melancarkan peredaran darah tepi, efeknya meningkatkan sirkulasi darah pada alat kelamin pria. 5)

  • Sitotoksik (Antikanker)

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak methanol Pasak Bumi memiliki aktivitas sitotoksik terhadapat kanker payudara, ovarium, karsinoma epidermoid dan rabdosarkoma.1) Senyawa golongan kuasinoid dan alkaloid diduga sanggup menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Pasak bumi bekerja sebagai agen antiproliforasi merangsang apoptosis sel kanker. Selain kanker payudara pasak bumi juga berpengaruh pada kanker darah dan kanker paru-paru. 2)

Ekstrak Pasak Bumi memiliki sifat menginduksi apoptosis sel kanker payudara. Ekstrak methanol akar Pasak Bumi bersifat sitotoksik dengan beberapa sel turunan kanker hati. Eurikumanon senyawa isolatnya menghambat sel kanker paru. 3)

  • Antimalaria

Senyawa kuanosid dari ekstrak Pasak Bumi aktif secara in vitro terhadap kultur parasit malaria Plasmodium falcifarum yang resisten terhadap klorokuin. 4)

  • Antibakteri

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun dan batang Pasak Bumi aktif terhadap Bakteri Gram Negatif dan Gram Positif  kecuali terhadap E.Coli dan S. Thypi. 4)

  • Ansiolitik (Penenang)

Fraksi kloroform, methanol, air dan butanol dari akar Pasak Bumi menunjukkan efek ansiolitik dengan beberapa parameter yang diukur menggunakan uji lapang terbuka. 4)

  • Anti hiperglikemik

Ekstrak air Pasak Bumi dosis 150 mg/kg BB pada tikus hiperglikemik yang diinduksi streptozotosin dapat menurunkan kadar gula darah sampai normal dibandingkan control. 4)

  • Anti tukak lambung

Studi bioassay menunjukkan bahwa kuasinosid pada Pasak Bumi terbukti memiliki aktivitas sebagai anti tukak lambung. Pasak Bumi dapat mengurangi sekresi dan erosi lambung setelah diinduksi dengan indometasin. 4)

  • Anti osteoporosis

Pemberian ektrak air Pasak Bumi dengan dosis 15 mg/kg BB secara oral pada tikusy ang terlebih dahulu diinduksi menjadi tikus osteoporosis menunjukkan aktivitas anti osteoporosis. Ekstrak ini secara signifikan mencegah kehilangan kalsium. Penambahan ekstrak Pasak Bumi juga dapat meningkatkan densitas otot dan berat badan tikus uji. 4)

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Penelitian dilakukan oleh Department of Pharmacognocy, Tokyo College of Pharmacy dan The Faculty of Medicine, Tokyo University, Jepang menemukan senyawa antileukimia dari Pasak Bumi. Pasak Bumi juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi para penderita HIV. 5)

  • Hepatoprotektor

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh IPB Bogor menunjukkan bahwa akar Pasak Bumi mempunyai khasiat melindungi organ hati dari kerusakan. Ruqiah Ganda Putri Panjaitan (mahasiswa S-3 Program Studi Biologi IPB) membuktikan dalam risetnya yang berjudul “Pengujian Aktivitas Akar Pasak Bumi”, bahwa ekstrak akar Pasak Bumi efektif pada binatang tikus sebagai hepatoprotektor. 5)

Produk Herbal Indo Utama

Perusahaan Herbal Indo Utama telah memproduksi produk yang berbahan herbal Pasak Bumi dan kombinasi dengan bahan-bahan herbal lain yang berkhasiat serta diproses sesuai standart mutu dan kualitas yang dipersyaratkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, Produk tersebut antara lain :

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber Referensi ;

  1. Acuan Sediaan Herbal, Vol.6, Ed.1, Hal.174, BPOM RI Jakarta, Tahun 2011
  2. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik, Hal. 489-492. Depok : PT. Trubus Swadaya
  3. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Revisi Volume 1, Hal. 179, BPOM RI Jakarta, Tahun 2010
  4. Pasak Bumi, Serial Data Ilmiah Terkini Tumbuhan Obat, Hal. 1-17. Jakarta : Direktorat Obat Asli Indonesia Badan POM RI, Tahun 2011
  5. dr. Azwar Agoes, DAFK., Sp.FK(K). 2010. Tanaman Obat Indonesia, Buku 2, Hal.88. Jakarta : Salemba Medika
Pasak Bumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *