Mengkudu

Sekilas Tanaman Mengkudu

Mengkudu (Morinda citrifolia) termasuk jenis kopi-kopian dengan pohon dapat mencapai tinggi 9 meter. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu merupakan tumbuhan asli dari Indonesia. Mengkudu disebut juga Pace (Jawa), Cengkudu (Sunda), Kodhuk (Madura), Wengkudu (Bali), Morinde (Perancis), Mengkudu (Malaysia), Bankoro (Filipina). 3,5)

manfaat dan khasiat mengkudu

Kandungan Senyawa Aktif

Di dalam daging buah mengkudu terdapat zat terpenoid, yaitu hidrokarbonisometrik yang terdapat pada lemak atau minyak esensial yang berperan dalam proses sintetik organik dalam tubuh manusia. Buah mengkudu kaya senyawa aktif seperti xeronine dan proxeronine. Di dalam akar terkandung antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antiseptik, antibakteri dan anti kanker, senyawa moridin dan moridon sebagai antibakteri dan zat pewarna. Di dalam daun terkandung antrakuinon, glikosida (flavonol glikosida dan lain-lain) sebagai anti kanker dan karotin merupakan sumber vitamin A. 3)

Kandungan kimia terpenting adalah alkaloid (xeronin) yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisakarida (asam glukoronat, glikosida) sebagai imunostilan, antikanker, dan antibakteri. Scopoletin berfungsi mempelebar pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah tinggi, analgetik, antiradang, antialergi, antidiabetes. Ascorbin (Vitamin C) sebagai antioksidan. Proxeronine berfungsi meningkatkan kadar xeronine yang menormalkan protein sel abnormal dalam tubuh. 3)

Penggunaan Secara Tradisional

Bagian tanaman yang biasa digunakan adalah akar, buah dan daunnya. Mengkudu telah dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Indonesia sebagai obat diabetes, beri-beri, asma, obat cacing, sariawan, pencahar, radang ginjal, radang amandel, demam dan gangguan saluran pernapasan. Di Filipina daun mengkudu digunakan untuk mengobati sakit maag dan arthritis. 5)

Di Papua Nugini akar pohon mengkudu digunakan sebagai penurun demam, daunnya untuk pneumonia, sakit kepala, dan demam. Di Vietnam, buahnya digunakan sebagai emolien, untuk disentri, sakit perut dan akarnya untuk pengobatan hipertensi. 5)

Efek Farmakologis

Dari berbagai sumber penelitian menyebutkan bahwa ekstak herbal mengkudu mempunyai efek farmakologis sebagai berikut :

  1. Imunostimulan (memelihara daya tahan tubuh) 2,3,5)
  2. Membantu mengurangi bengkak 2)
  3. Membantu memelihara kesehatan fungsi hati 2)
  4. Antidiabetes 1,5)
  5. Antihipertensi 1,5)
  6. Anti kanker 3,4,5)
  7. Anti bakteri dan anti TBC 3,5)
  8. Analgetik (menghilangkan rasa nyeri) dan anthelmentik (membunuh cacing) 5)

Hasil Penelitian

Hasil penelitian Mengkudu kami jelaskan secara singkat berikut ini :

  1. Antibakteri

Sebuah uji klinis mengkudu melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit tuberculosis (TB). Uji klinis dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat Paru (BKPM), Cibadak, Bandung, medio awal 2006-September 2007 oleh Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, dari Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung.

  1. Antihipertensi

Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo Apt., Ahli farmakologi dari Universitas Indonesia membuktikan bahwa mengkudu terbukti berkhasiat sebagai antihipertensi, anti stroke, anti bakteri, anti kanker dan anti oksidan

  1. Antidiabetes

Dengan menggunakan uji toleransi glukosa oral, perasan buah mengkudu 200% yang diberikan pada kelinci berpengaruh hipoglikemik yang optimal setelah 2 jam pemberian glukosa dengan dosis 1 ml dan 2 ml/kg BB. (Kijonggo Tikno Liman, Fakultas farmasi UBAYA, 1991).

  1. Immunostimulan

Jus dari buah mengkudu mengandung polisakarida yang secara signifikan meningkatkan lamanya kelangsungan hidup dari LLC tumor pada mencit. Pengobatan bersama 2 obat imunosupresif, 2-chloroadenosine atau cyclosporine, mengurangi khasiat kedua obat, yang menandakan adanya khasiat imunomodulator dari polisakarida pada buah mengkudu. Polisakarida tersebut juga menstimulir keluarnya sejumlah mediator dari sel efektor murine, termasuk tumour necrosis factor alpha, interleukin 1 beta, interleukin 10, interleukin 12p70, interferon gamma, dan nitric oxide, tetapi tidak menghasilkan interleukin 2 dan menekan keluarnya interleukin 4. Polisakarida tersebut juga meningkatkan survival time dan khasiat pengobatan jika dikombinasikan dengan dosis suboptimal dari 5 standard chemoteurapetic agents, adriamycin, cisplatin, 5-fluorouracil, dan vincristine (Hurazumi A.et.al.,(1999), Phytoter. Res., 14 (50: 480-487)

  1. Efek Analgetik (Penghilang Nyeri)

Dari penelitian yang telah dipublikasikan, jus mengkudu diindikasikan berkhasiat analgesik, menstimulasi system imun, dan memiliki aktifitas anti kanker. Salah satu teori, kandungan proxeronine pada mengkudu cukup besar, yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan xeronine. Alkaloid tersebut bekerja di dalam sel tubuh untuk memerangi peradangan, mempercepat penyembuhan, dan mengatur pertumbuhan sel normal. Infeksi dan stres membuat kebutuhan tubuh akan xeronine meningkat.

  1. Efek Antibakteri dan Jamur

Hasil penelitian menunjukkan, scopoletin menghambat aktifitas E. coli. Buah mengkudu juga mencegah timbulnya ulkus lambung karena menghambat aktivitas bakteri H. pylori.

  • In vitro, buah mengkudu memiliki aktifitas anti bakteri, anti viral, dan anti jamur.

Produk Herbal Indo Utama

Produk Herbal Indo Utama yang mengandung herbal mengkudu serta herbal kombinasi dengan bahan-bahan berkhasiat lain yang beragam dan diproduksi sesuai standart mutu yang dipersyaratkan oleh BPOM antara lain :

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber referensi ;

  1. Acuan Sediaan Herbal, Vol.2, Ed.1, Hal.92, BPOM RI Tahun 2006
  2. Acuan Sediaan Herbal, Vol.5, Ed.1, Hal.49, 69, 86. BPOM RI Tahun 2010
  3. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik, Hal. 125-129. Depok : PT. Trubus Swadaya
  4. Lukman Hakim, Prof. Dr. dkk. 2010. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Revisi Volume 1, Hal. 155. Jakarta : Badan POM RI
  5. Mengkudu, Serial Data Ilmiah Terkini Tumbuhan Obat, Hal. 4-14, Direktorat Obat Asli Indonesia, BPOM RI Jakarta Tahun 2007

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *