Khasiat Daun Belutas

Sekilas Tentang Tanaman Belutas

Tanaman beluntas atau dalam bahasa latin disebut Pluchea indica (L.Less), termasuk jenis semak atau setengah semak dan banyak orang yang memanfaatkannya sebagai pagar pekarangan.

Orang di Jawa memanggilnya dengan nama luntas; beluntas (Sumatera); baluntas, baruntas (sunda); baluntas, baruntas (Madura); lamuntasa (Makasar); lenabou (Timor); luan yi (China), dan marsh fleabane (Inggris)                       

manfaat belutas

Daun beluntas mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin, minyak asiri, asam chlorogenik, natrium, kalium, aluminium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akarnya mengandung flavonoid dan tanin.

Penggunaan secara Tradisional

Daun beluntas seringkali kita temukan dalam menu sajian pelengkap beberapa masakan khas di Indonesia atau kadang disajikan sebagai lalapan atau dikukus. Daun beluntas berbau khas aromatis dengan rasa agak getir dan menyegarkan. Berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan, membantu melancarkan pencernaan, melutuhkan keringat, menghilangkan bau badan dan bau mulut, meredakan demam, nyeri tulang, sakit pinggang, dan keputihan, sedangkan akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk.

Efek farmakologis

  1. Anti bakteri

Salah satu bakteri yang berhasil dihambat aktifitasnya oleh beluntas adalah Streptococcus pyogenes. Bakteri ini meracuni makanan melalui susu sapi masuk ke tubuh manusia menyebabkan randang tenggorokan, infeksi amandel dan faring. Bakteri lain yang bereaksi positif terhadap ekstrak daun beluntas adalah Escherichia coli, penyebab diare dan Candida albicans, penyebab mukosa pada kulit. Sedangkan senyawa tanin membantu menghambat pengeluaran cairan dari luka.

  1. Antioksidan

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor didapatkan hasil bahwa beluntas termasuk satu dari  11 sayuran berantioksidan tinggi. Senyawa aktif yang tergolong antioksidan alami itu berupa senyawa fenolik (tokoferol, flavonoid, asam fenolat), senyawa nitrogen (alkaloid, turunan klorofil, asam amino, dan amina), dan karotenoid seperti asam askorbat. Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas, mencegah inflamasi, menetralisir racun, membersihkan tubuh, dan melindungi tubuh dari penyakit degeneratif.

  1. Memiliki Khasiat Diuretik

Hasil penelitian Pramanik dkk, Department of Pharmaceutical Technologi India tahun 2007 menyatakan ekstrak beluntas menunjukan aktivitas diuretik pada dosis 100, 200 dan 300 mg/kg berat badan.

Khasiat daun Beluntas

Secara tradisional daun beluntas dapat digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, diantaranya :

  • Menghilangkan bau badan dan bau mulut,
  • Kurang nafsu makan,
  • Gangguan pencernaan pada anak
  • TBC kelenjar (skrofuloderma)
  • Nyeri pada rematik,nyeri tulang (osteodinia), sakit pinggang(lumbago)
  • Demam
  • Datang haid tidak teratur, dan
  • Keputihan

Produk Herbal Indo Utama

Dari sekian banyak produk Herbal Indo Utama yang telah memenuhi standart mutu dan khasiat sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan, terdapat satu produk yang berbahan Herbal Daun Beluntas dan kombinasinya yaitu HIU ARUM.

HIU ARUM Diformulasikan dari bahan herbal beluntas dengan bahan herbal lainnya dalam bentuk kapsul yang menjadikan produk ini memiliki khasiat yang lebih potensial dan praktis dalam penggunaannya.

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Referensi :

  1. dr. H. Azwar Agoes, DAFK, Sp.FK. 2012. Tanaman Obat Indonesia Buku 1, Hal.11-13. Jakarta : Salemba Medika
  2. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik, Hal. 215-217. Depok : PT. Trubus Swadaya
  3. H. Arief Hariana. 2009. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 1, Hal.38-41. Depok : Penebar Swadaya
  4. Setiawan Dalimartha. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, Hal.18-21. Jakarta : Trubus Agriwidya
  5. Manu, R. 2012. AKtivitas antibakteri ekstrak etanol daun beluntas ( Pluchea Indica ) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillius subtilis dan Pseudomonas aeroginosa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya 2(1):1-10
  6. Pramanik et al.2007. Tissue culture of the plant Pluchea indica Land evaluation of diuretic potential of its leaves. Oriental Phatmacy anda Experimental Medicine 7(2) : 197-204

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *