Sekilas Tentang Tanaman Jati Belanda

Tanaman Jati Belanda atau dalam bahasa latin disebut Guazuma ulmifolia (Lamk.) termasuk dalam familia Sterculiaceae.  Tanaman ini berasal dari Amerika tropis, di Indonesia tanaman ini digunakan sebagai tanaman pekarangan atau peneduh di tepi jalan, juga tumbuh liar di beberapa daerah tertentu. Dibeberapa daerah Indonesia menyebut tanaman ini dengan nama jati blanda (Melayu); jati londo, jatos landi (Jawa). (1)

manfaat jati belanda pelangsing alami tanpa efek samping

Perawakan pohon berkayu dengan tinggi dapat mencapai 20 meter. Daun tunggal berseling dengan helaian daun asimetris bulat telur sampai lanset, panjang 4-22 cm, lebar 2-10 cm, ujung meruncing dan permukaan daun atas berambut jarang, permukaan bawah berambut halus. (1)

Kandungan Senyawa Aktif

Berdasarkan analisis fitokimia menunjukkan bahwa di dalam daun jati belanda terkandung triterpen, kariofilen, katekin, farnesol, friedelin, asam kaurenat, prekosen I, prosianidin B-2, prosianidin B-5, prosianidin C-1, sitosterol, friedelin-3a-oI, sterol, alkaloid, karotenoid, flavonoid, tannin, karbohidrat dan saponin.(2)

Efek Farmakologis

Daun jati belanda dilaporkan mempunyai beberapa efek farmakologis yang menjadikan tanaman ini berkhasiat sebagai obat. Efek farmakologis tersebut antara lain :

  1. Antiobesitas (1,2)
  2. Antidiabetes (1)
  3. Astringen (3)
  4. Gastroprotektif (1)
  5. Antivirus (1,4)
  6. Antikolesterol (menurunkan kolesterol) (2)

Penggunaan Secara Tradisional

Daun jati belanda dalam pengobatan tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai pelangsing. Bagian lain yang cukup banyak bermanfaat sebagai obat tradisional adalah kulit batangnya sebagai obat disentri, wasir, pneumonia, batuk, dan bronchitis. Para herbalis biasanya merekomendasikan ramuan berbahan daun jati belanda untuk mengatasi kolesterol berlebih dan mengurangi lemak tubuh. Jati belanda sanggup meluruhkan lemak, mengikatnya, lalu membuangnya bersama urin dan fases. (2)

Daun jati belanda juga digunakan sebagai teh penurun bobot badan, dekok digunakan pada penderita malaria, diare, raja singa, menstimulasi konstraksi rahim, gangguan hati dan ginjal. Lumatan digunakan pada pengobatan kulit dan wasir. (4)

Hasil Penelitian

  1. Efek antiobesitas (menurunkan berat badan)

Efek antiobesitas daun jati belanda telah diteliti oleh Raharjo, dkk. (2006), melalui aktivitas penghambatan enzim lipase pankreas tikus putih jantan. Enzim lipase berperan penting dalam hidrolisis lemak menjadi asam lemak, gliserol, monoasilgliserol dan diasilgliserol. Penghambatan enzim lipase pankreas dan gaster (orlistat) dapat menutup absorbsi lemak dan meningkatkan ekskresi lemak lewat feses sehingga dapat mengatasi kegemukan.(1)

  1. Efek antikolesterol

Hasil penelitian menunjukkan penurunan aktivitas enzim lipase dan pertambahan bobot terkecil pada mencit yang diberi ekstrak jati belanda. Efek tersebut muncul karena senyawa alkaloid pada jati belanda berstruktur kimia mirip Orlistat, obat sintesis kimia yang kerjanya menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui fases. Orlistat merupakan penghambat aktivitas enzim lipase. Akibatnya, penyerapan lemak oleh hati terhambat sehingga mustahil diubah menjadi kolesterol. Sebuah penelitian memperkuat bukti keampuhan tanaman Jati Belanda. Ekstrak daun jati belanda diberikan secara oral dengan konsentrasi 15-30% kepada kelinci. Hasilnya, kadar kolesterol turun drastis.(2)

  1. Efek antidiabetes

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air daun jati belanda konsentrasi 1-70 µg/ml memiliki aktivitas antidiabetik dengan mekanisme menstimulasi pengambilan glukosa dari sel adiposit tanpa menginduksi terjadinya adipogenesis. Sel adiposit merupakan sel utama penyusun jaringan lemak, berfungsi menyimpan energi dalam bentuk lemak, adipogenesis adalah proses diferensiasi sel preadiposit menjadi adiposit.(1)

  1. Efek antivirus

Hasil penelitian menggunakan ekstrak air dan ektrak etil asetat daun jati belanda mampu menghambat pertumbuhan herpes bovine virus dan virus polio dengan metode plague assay dengan kosentrasi 5 g/mL dengan daya hambat angiotensin I secara in vitro yang berperan di dalam hipertensi.(4)

  1. Efek gastroprotektif

Ekstrak etanol daun jati belalnda dengan dosis 500, 250 dan 125 mg/kgbb yang diberikan pada tikus sekali sehari selama dua hari mampu melindungi mukosa lambung dari efek ulserogenik diklofenak.(1)

Produk Herbal Indo Utama

Perusahaan Herbal Indo Utama juga memiliki produk herbal yang berbahan ekstrak tanaman jati belanda dan kombinasinya yang telah diproses sesuai standart mutu dan khasiat yang dipersyaratkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, produk tersebut antara lain :

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Referensi :

  1. 2012. Vademikum Tanaman Obat ; Untuk Saintifikasi Jamu. Jilid 1. Hal 84-90. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI
  2. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik, Hal. 137-142. Depok : PT. Trubus Swadaya
  3. H. Arief Hariana. 2009. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 1, Hal.144-145. Depok : Penebar Swadaya
  4. 2010. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Revisi Vol.1, Hal.72. Jakarta : Badan POM RI

 

Jati Belanda ‘ Herbal Peluruh Lemak ‘

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *