Sekilas Tentang Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (jangka waktu lama). Hipertensi merupakan suatu kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Kebanyakan dari pasien baru merasakan adanya gejala hipertensi setelah terjadi komplikasi seperti gangguan jantung, ginjal atau stroke yang mengancam nyawa. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki sebagai pembunuh diam-diam atau The Silent Killer.

herbal darah tinggi

 Angka tekanan darah pada manusia normal adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah itu sendiri diartikan sebagai tekanan yang timbul pada pembuluh darah arteri saat jantung berkontraksi (sistolik) dan berelaksasi (diastolik). Tekanan darah dapat diukur dengan alat yang namanya Tensimeter. Berikut tabel kategori hipertensi berdasar tekanan darahnya :

Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal 120 80
Prahipertensi 120 – 139 80 – 89
Hipertensi ringan 140 – 159 90 – 99
Hipertensi sedang 160 – 179 100 – 109
Hipertensi berat > 180 > 110

Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia mencapai angka 6-15% pada orang dewasa, dengan 70% dari total penderita mengalami hipertensi ringan.

Penyebab Hipertensi

Data menyebutkan, sekitar 90% dari total penderita hipertensi belum dapat diterangkan mekanisme terjadinya penyakit ini secara tepat. Jadi artinya 9 dari 10 orang penderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya, inilah yang dinamakan sebagai Hipertensi primer / esensial. Diduga riwayat keluarga merupakan faktor utama yang berperan pada hipertensi esensial. Hipertensi dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya.

Hipertensi yang dapat diketahui penyebabnya disebut Hipertensi Sekunder, jumlahnya sekitar 10% dari seluruh penderita. Hipertensi sekunder disebabkan antara lain oleh :

  1. Penyakit atau gangguan ginjal
  2. Kelainan hormon (Hiperaldosteron, Feokromositoma, Sindrom Cushing)
  3. Pemakaian obat (Pil KB, Kokain, Siklosporin, Kortikosteroid, Eritopoetin)
  4. Kelainan atau gangguan fungsi jantung
  5. Gaya hidup tidak sehat (stress, alkohol, rokok, makanan dan obesitas)
  6. Keracunan timbal akut

Gejala Hipertensi

Sebagian penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala dan mengetahui menderita hipertensi sewaktu dokter memeriksa tekanan darahnya atau karena keluhan penyakit lain. Tetapi  secara umum gejala yang dikeluhkan oleh penderita tekanan darah tinggi sebagai berikut :

  1. Pusing, sakit kepala
  2. Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk
  3. Keluar darah dari hidung secara tiba-tiba
  4. Pandangan kabur
  5. Berdebar atau detak jantung terasa cepat
  6. Telinga berdenging
  7. Wajah kemerahan dan kelelahan

Komplikasi Hipertensi

Pada penderita hipertensi berat kadang kala mengalami penurunan kesadaran atau bahkan koma karena terjadi pembengkakan pada otak. Hipertensi berat yang tidak segera diiatasi dapat memicu terjadinya komplikasi berupa kerusakan-kerusakan pada organ tubuh lain seperti otak, jantung, ginjal dan mata. Bahkan salah satu akibat hipertensi adalah rusaknya pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke alat kelamin pria yang mengakibatkan disfungsi ereksi atau impoten.

Tips mencegah dan menangani hipertensi

Tidak semua penderita hipertensi memerlukan obat kimia. Apabila hipertensi tergolong ringan maka masih dapat dikontrol melalui gaya hidup sehari-hari. Pengontrolan gaya hidup ini juga merupakan langkah pencegahan. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan :

  1. Pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup.
  2. Lakukan diet (mengkonsumsi makanan) rendah garam.
  3. Lakukan diet rendah lemak/kolesterol.
  4. Berhenti mengkonsumsi alkohol dan rokok
  5. Olah raga secara teratur
  6. Turunkan berat badan hingga normal bagi penderita obesitas (kegemukan)
  7. Hindari stress. Buatlah suasana yang menenangkan dan lakukan relaksasi rutin setiap hari.
  8. Mengobati penyakit penyerta seperti kencing manis, kolesterol tinggi dan sebagainya

Pengobatan Hipertensi dengan Herbal

Pengobatan hipertensi menggunakan herbal atau tanaman obat didasarkan pada konsep bahwa penyebab hipertensi terletak pada kerusakan/gangguan fungsi organ yang berhubungan dengan peredaran darah yang bermacam-macam jenis dan fungsinya. Konsep tersebut mencakup empat fungsi, yaitu :

  • Penurunan tekanan darah
  • Perbaikan kerusakan organ
  • Pengobatan dan pencegahan penyakit penyerta
  • Memelihara kondisi kesehatan tubuh

Penurunan tekanan darah dilakukan dengan  herbal yang memiliki efek diuretik, antiandrenergik dan memperlancar peredaran darah.

Prinsip lainnya, kemungkinan penyebab hipertensi juga perlu diatasi, misalnya akibat penuaan atau pengerasan pembuluh darah digunakan herbal pegagan, gangguan peredaran darah jantung dengan daun dewa dan sambung nyowo, gangguan ginjal digunakan tapak liman. Juga pengobatan penyakit komplikasi atau penyerta lainnya seperti kolesterol tinggi dengan herbal yang dapat menurunkan kadar lemak dalam darah, gangguan hati dengan sambiloto dan temulawak.

Selanjutnya, pemeliharaan kondisi kesehatan tubuh merupakan hal yang tidak boleh dilupakan dengan melakukan langkah-langkah sebagaimana pencegahan dan penanganan yang dijabarkan di atas.

Produk Herbal yang direkomendasikan oleh Dokter Konsultan Medis  Herbal Indo Utama untuk mengatasi Hepertensi ringan adalah HIUNEOTENSI.

HIUNEOTENSI bekerja menurunkan tekanan darah dengan mekanisme diuretika, melancarkan buang air kecil dengan tujuan membuang kelebihan natrium melalui urin sehingga tekanan darah menurun. Efek Antikoagulan, dengan mencegah penggumpalan darah sehingga sirkulasi darah lancar. Sebagai Antiarterioklerosis yaitu mencegah terjadinya penyempitan pada pembuluh darah. Selanjutnya Hiuneotensi juga mempunyai khasiat menurunkan kadar kolesterol atau lemak darah dan sebagai Imunomodulator. Dalam kondisi tertentu Hiuneotensi dapat dikombinasikan dengan Kapsul Herbal MENGKUDU, SAMBUNG NYOWO dan KUMIS KUCING.

Hipertensi ” The Silent Killer “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *