Sekilas Tentang Tanaman Daun Ungu (Graptophyllum pictum folium )

Daun ungu atau juga disebut daun wungu sering ditemukan di pedesaan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Tanaman yang merupakan keluarga Acanthaceae ini berasal dari Irian dan Polynesia, dapat ditemukan dari daratan rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1. 250 m dpl. Tumbuh baik pada tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari, dengan iklim kering atau lembab.

Graptophyllum pictum folium, herbal wasir, manfaat daun ungu

Di beberapa daerah di Indonesia tanaman daun ungu juga mempunyai sebutan pudin, dangora, pudding (Sumatera); p. perada (melayu); daun ungu, d. temen – temen, handeuleum (sunda); demug, tulak, wungu (Jawa); kotoran, karotong (Madura); temen (Bali); kabi – kabi (Ternate), dongo – dongo (Tidore), daun putrid (Ambon).

Penggunaan Tradisional

Penggunaan tanaman herbal sebagai obat tradisional telah dilakukan secara turun-temurun. Kini, kecenderungan masyarakat modern adalah menerapkan pola hidup yang Back to Nature, dimana trend konsumsi dan pengobatan menggunakan bahan-bahan organik dari alam.

Negara Indonesia merupakan Negara yang kaya akan hasil alam termasuk pula tanaman herbal yang berkhasiat sebagai obat. Diantara tanaman herbal yang berkhasiat sebagai obat adalah daun ungu. Daun ungu atau hendeuluem secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat wasir, sembelit, dan panas dalam. Kandungan seratnya yang mencapai 35% membuat handeuleum kerap dipakai untuk mengatasi gangguan pengeluaran saperti wasir. Wasir terjadi salah satunya karena tinja terlalu keras. Saat melewati dubur terjadi penekanan dan akhirnya penggelembungan pembuluh darah di dubur. Jika tinja melunak, proses defakasi akan berjalan lancar.

Kandungan Senyawa Aktif

Tanaman ini mengandung senyawa alkoloid, Saponin, tannin galat, antosianin, leukoantosianin, asam protokatekuat, flavonoid berupa 4,5,7-trihidrosikflavonol; 4,7-dihidroksiflavon;3,4,7-trihidroksiflavon dan luteolin-7-glukosida. Senyawa aktif lain berupa asam-asam fenolat yaitu asam protokatekuat, asam p-hidroksi benzoate, asam kafeai, asam p-kumarat, asam vanilat, asam siringat dan asam ferulat.

Sifat dan Khasiat

Daun ungu berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pelembut kulit (emoliens), dan anti radang (anti inflamasi). Daun ungu juga digunakan untuk menyembuhkan bengkak, sembelit, wasir. Daun ungu mendorong pengeluaran urin dan berfungsi sebagai pencahar ringan. Ringan artinya daun ungu hanya melunakkan tinja, tidak sampai diare berlebihan. Daun ungu bersifat laksatif dan emolliensi.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :

  1. Antiinflamasi

Reputasi daun ungu sebagai antiwasir memang tidak diragukan lagi. Ini karena daun ungu mempunyai sifat antiinflamasi. Wasir merupakan pembengkakan atau pembesaran pembulu vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun luar anus. Penyakit itu ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman. Wasir muncul karena penderita kurang makan serat. Akibatnya terjadi susah buang air besar , hingga penderita kerap mengejan. Kurang konsumsi serat, pola defakasi yang tidak teratur dan jarang berolah raga bisa menjadi pemicu munculnya wasir. Daun ungu bekerja dengan mengobati pembengkakan yang menyertai wasir. Selain mengurangi pembengkakan, daun ungu juga bersifat analgesik alias mengurangi rasa sakit akibat nyeri.

Idha Kusumawati S.Si, M.Si, Apt, periset di fakultas Farmasi Universitas Airlangga, membuktikan kemujaraban daun wungu sebagai antiinflamasi. Ia menguji antiinflamasi dengan metode pengukuran edema pada telapak kaki tikus. Sebelumnya sudah diinduksi 0,05 ml suspense karagen –pemicu bengkak. Sejam pascainduksi, tikus yang diberi 29,904 mg per 200 g bobot tubuh ekstraksi etil asetat daun wungu menunjukkan massa bengkak yang berkurang. Demikian juga tikus yang diinjeksi 376,488 mg ekstrak daun wungu, sembuh dalam hitungan jam. Kandungan flavonoid daun wungu diduga berefek antiradang sehingga mencegah pembengkakan.

Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia, daun wungu mengandung pectin untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defakasi dan menghindari terjadinya luka dan peradangan. Uji klinis juga dilakukan Dr M Masjhoer MS Med, SpFK di Semarang. Ujinya melibatkan 15 penderita wasir berusia 20-60 tahun. Masing-masing pasien mengkonsumsi 2 tablet sehari selama 2 minggu. Setelah satu pekan, hasil pemeriksaan menunjukkan rasa nyeri di daerah sekitar wasir berkurang. Begitu juga pemeriksaan pada pekan kedua, rasa nyeri semakin berkurang. Ini berati penurunan, intensitas rasa nyeri berbanding lurus dengan jangka waktu konsumsi obat.

  1. Analgesik

Hasil penelitian Dr. drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum Mkes, dan dr Nurdiana Mkes dari fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian mereka, kandungan alkaloid dalam daun wungu mempunyai kemampuan sebagai analgesik pada hewan percobaan. Efek analgesik itu ditunjukkan dengan munculnya indikasi penurunan nilai ambang nyeri. Menurut mereka ekstrak etanol daun wungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh.

Produk herbal Indo Utama

Kapsul DAUN UNGU produk Herbal Indo Utama merupakan herbal 100 % alami yang diproses dari tanaman herbal daun ungu pilihan dan tidak mengandung bahan kimia obat (BKO).

(Oleh : Tim Traditional Herbal Medicine – Herbal Indo Utama)

Sumber Referensi :

  1. 2010. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Revisi Vol.1, Hal.33. Jakarta : Badan POM RI
  2. 2007. Acuan Sediaan Herbal, Vol 3. Edisi1. Hal 51. Jakarta : BPOM RI
  3. 2010. Trubus info kit vol.08 : Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik, Hal. 272-274. Depok : PT. Trubus Swadaya
  4. H. Arief Hariana. 2009. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 1, Hal.105-106. Depok : Penebar Swadaya
  5. Setiawan Dalimartha. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, Hal.57-60. Jakarta : Trubus Agriwidya
Daun Ungu Terbukti Atasi Wasir Dan Sembelit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *